Masih bisa tersenyum ketika melihat arahan bacaannya. masih bisa tersenyum ketika membacanya. masih bisa tersenyum ketika tiba2 terpikir. aaah kenapa masih bisa tersenyum padahal sudah tidak ada ingatan apa-apa. sapaan, senyuman, emotikon lainnya juga tidak berasa apa-apa, hambar. hambar itu tidak ada rasa tapi katanya rasanya hambar. tulisan itu selalu dinanti untuk bisa dibaca. walau hanya untuk bisa tersenyum saja tapi tetap hati menarik mata untuk baca dan mengeja arti perkata. lama sudah senyum itu membungkam karena tulisan tiada. rindu memekik qalbu untuk melihat, menyukai, mengomentari suatu kata dalam jiwa. namun saat ini terpilihkan untuk mendiamkan seluruh kata, suka, komentar membiarkan terkunci gelap dalam genggaman jari2 tangan. akan terus terbaca dan tersenyum hanya untuk menenangkan sang jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar